September 2016
S M T W T F S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pertanian organik sebenarnya sudah mulai dicetuskan sejak tahun 1920an, namun demikian baru pada beberapa dekade terakhir dan menjadi booming tidak hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Booming tersebut sejalan dengan munculnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup “back to nature”. Di Eropa dan Amerika Serikat (AS), pertanian organik telah menjadi sektor yang berkembang pesat dan menghasilkan keuntungan yang besar dalam dekade terakhir. Pada tahun 2003 konsumen di Italia, Spanyol, Jerman, Inggris dan Perancis menghabiskan total sekitar 8 milyar Euro, nilai ini dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 1998. Di AS, pasar produk organik terus meningkat sekitar 20 % per tahun. Meskipun demikian, pasar organik masih termasuk dalam “niche market”.
Para konsumen yang membeli produk organik umumnya memperhatikan kesehatan dan keamanan pangan yang mereka konsumsi dimana mereka bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi dari produk konvensional. Kesadaran konsumen untuk membeli produk organik dengan harga lebih tinggi ini pada umumnya meningkat seiring dengan meningkatnya umur, pendapatan dan tingkat pendidikan. Di lain pihak, konsumen tidak atau belum mau membeli produk organik dikarenakan harganya yang relatif tinggi, kurang beragamnya produk dan juga penampilan produk yang terkadang kurang bagus.

Beberapa waktu yang lalu, penulis mendapat kesempatan untuk berkunjung ke pertanian organik di Perancis dalam kunjungan lapang yang diadakan oleh suatu internasional symposium (ISDA (Innovation and Sustainable Development in Agriculture and Food) 2010 di Montpellier, Perancis). Oleh karena itu penulis membuat artikel sederhana ini untuk berbagi pengalaman dengan para petani organik di tanah air tercinta, khususnya mengenai pertanian organik di Perancis yang dikunjungi langsung oleh penulis.

Pertanian Organik Perancis

Sebuah laporan menuliskan bahwa antara tahun 1994 hingga 2004 pertanian organic Perancis telah berkembang dengan pesat dimana jumlah usahatani organik (organic farms) meningkat sebesar 300% dan jumlah tanaman yang dibudidayakan secara organik meningkat sebesar 500%. Pertanian organik umumnya menggunakan input yang lebih sedikit sehingga biaya produksi relatif rendah namun harga jualnya relatif tinggi, sehingga petani banyak yang tertarik untuk berubah ke pertanian organik. Selain itu penggunaan input alami atau yang non sintetik kimiawi juga ramah lingkungan.

Sawan Organik Mr. Poujol, Camarague, PerancisMeskipun dikategorikan prospektif dan menguntungkan, pertanian organik juga tidak terlepas dari risiko. Walaupun biaya produksinya rendah, produktivitas cenderung turun drastis pada masa permulaan konversi. Selain itu juga serangan hama dan penyakit perlu diperhatikan. Untuk mendorong konversi ke pertanian organik, pemerintah Perancis menyediakan “tax credits” bagi mereka yang mengubah pertanian konvensional ke organik. Hal tersebut menghasilkan pertumbuhan sektor organik yang stabil sekitar 2,5% dari tahun 2002 ke 2007 dan sekitar 20% dari 2008 ke 2009.

Dalam perkembangan pertanian organik, tentunya tidak bisa dilepaskan dari terbentuknya IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements) pada tahun 1972 di Versailles, Perancis. Organisasi ini bertujuan untuk penyebaran dan pertukaran informasi mengenai prinsip dan praktek dari pertanian organik di dunia. Terdapat sebuah film mengenai pertanian organik yang sempat menjadi box office yang berjudul Food Beware: The French Organic Revolution, bisa dilihat di box pada akhir tulisan ini.

Kunjungan Lapang ke Pertanian Organik di Camarque

Mr. Poujol dan Penulis, saat menerangkan tentang pertanian pada organiknyaPenulis mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Camarque, suatu wilayah di bagian selatan Perancis pada tanggal 1 Juli 2010. Walaupun waktu begitu terbatas, kunjungan lapang dirancang untuk mengunjungi empat tempat dalam satu hari, berikut merupakan sebagian hasil kunjungan singkat tersebut.

Mr. Poujol merupakan petani yang menyadari pentingnya makanan sehat, sehingga beliau menetapkan untuk bertani secara organik sejak tahun 2006 dimana sebelumnya beliau adalah farm manager pertanian konvensional. Sekarang beliau memiliki lahan seluas 40 ha dan menyewa 7 ha dimana 37 ha digunakan untuk padi organik. Padi umumnya ditanam bulan April dan dipanen bulan September dengan produksi sekitar 7 ton per ha dimana masalah utamanya adalah gulma. Pertaniannya seratus persen otonomi tanpa menggunakan external inputs. Baliau juga memelihara sekitar 740 domba yang merupakan Russian breeding. Selain keinginan memproduksi makanan sehat, beliau menyadari pentingnya alam, kesuburan tanah serta hubungan dengan alam.

Selain itu penulis juga berkesempatan mengunjungi rice milling unit (RMU) atau penggilingan pagi dari perusahaan Bio Camarque. Mr. Griotto, sang menajer menyambut kedatangan rombongan dan menjelaskan aktivitas RMU. Ada tiga produk beras yang dihasilkan: brown rice, semi-brown Galettes, semacam rengginang, produk yang dihasilkan Bio Camarquerice dan white rice. Produktivitas mesin untuk menghasilkan brown rice 3-4 ton per jam dan untuk white rice 1-2 ton per jam. 1.200 ton padi dapat menjadi sekitas 700 ton white rice. Produk utama yang dijual adalah galettes, sejenis rengginang. Selain itu beras yang pecah digunakan sebagai pakan, kulit padinya sebagai bio-gas. Total kapasitas gudang yang dimiliki adalan 200 ton. Di dalam gudang terdapat dua cooling unit dan pembersihan dilakukan secara teratur. Saat ini Bio Camarque memberikan konsultasi kepada para petani yang jumlahnya sekitar 9 orang, seperti varietas padi dan juga tehnik budidaya sebelum mereka menanam padi. Setelah panen para petani tersebut menjual padi mereka ke Bio Camarque dengan 2 sistem: kontrak dan bertahap sesuai dengan harga pasar yang umumnya mengacu pada harga beras di pasar beras Italia.

Pertanian organik telah berkembang di seluruh dunia dengan tiga pendekatan: (1) pendekatan subsisten/kemandirian komunitas (subsistence/self-reliant community), (2) pendekatan peningkatan pendapatan, dan (3) pendekatan konservasi alam. Petanian organik di Camargue cenderung berkembang dengan pendekatan konservasi alam. Petani menyadari pentingnya kelestarian alam, kesuburan tanah, hubungan dengan alam, dan pentingnya memproduksi pangan sehat untuk kesehatan manusia.

Siti Jahroh, PhD – Dosen Institut Pertanian Bogor – Indonesia
Penulis Aktif di berbagai media

———
———
Food Beware: The French Organic Revolution

Sebuah film yang mengangkat tema organic farming di sebuah desa kecil bernama Barjac di distrik Gard, Perancis. Pernah menjadi box office dan mungkin Anda pun pernah menontonnya.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari film ini. Tahukah Anda bahwa Perancis merupakan pengguna pestisida nomor satu di Eropa? Bahkan nomor dua atau tiga di dunia. Para petani menggunakan helikopter untuk menyemprot pestisida, dampaknya tidak hanya membunuh pestisida yang tidak diinginkan petani tetapi juga dapat membahayakan para petani sendiri. Di Eropa sekitar 70% kanker berhubungan dengan lingkungan dimana 30% berhubungan dengan polusi dan 40% dengan makanan. Setiap tahun sekitar 100.000 anak di Eropa meninggal dikarenakan penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan. Maka tidak mengherankan dengan penggunaan bahan kimiawi yang begitu banyak pada pertanian di Perancis telah menimbulkan banyak kanker dan penyakit serius lainnya, terutama yang disebabkan oleh pencemaran pesitisida kimiawi pada udara, air tanah dan makanan.

Menyadari pentingnya makanan sehat, Kepala Desa Barjac mengambil keputusan penting dengan membuat program “Kantin Sekolah Organik”. Memberikan makanan sehat pada anak-anak yang merupakan generasi masa depan. Ternyata memasak makanan organik memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi para koki senang karena anak-anak memakan habis makanannya dan mereka mengatakan bahwa mereka menyukainya serta lebih enak dari makanan biasanya. Dari mulut anak-anak menyebar ke orang tua mereka dan masyarakat sekitarnya. Para keluarga pun mulai mengkonsumsi makanan organik.

Program yang menarik untuk dicermati. Di sini Mayor (Kepala Desa) Barjac mengambil pendekatan dengan mengubah pola konsumsi, dari sisi konsumen atau demand. Edukasi yang dimulai melalui pemberian makanan organik bagi anak-anak tersebut memberikan dampak yang relatif besar, dimana mereka menyukai makanan organik, mempengaruhi keluarganya dan pada akhirnya meningkatkan demand akan produk atau makanan organik. Pangsa pasar yang sangat nyata dan juga jaminan pasar yang mampu menarik minat para petani untuk berubah ke pertanian organik. Suatu gerakan kecil di tingkat desa yang patut untuk diperhatikan dan ditiru.

Jika kita memulai dengan gerakan-gerakan kecil, pada akhirnya akan menjadi besar. Jadi, jangan biarkan lingkungan kita serusak negara maju serta terserang kanker, mulailah dengan gerakan-gerakan kecil dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Keywords: Siti Jahroh, IFOAM, Poujol, organic rice, beras organik

Senin pagi selalu diawali dengan senyuman.

Menjelang hari yang cerah.

Foto dulu

Hidup Senin…..

kompas

Welcome to Personal Web Dosen IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!